liputanwarga.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat upaya peningkatan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut yang menetapkan sejumlah program kerja untuk tahun 2026.
Penetapan program tersebut dilakukan dalam rapat pleno yang digelar di Kabupaten Garut dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta perwakilan instansi terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan akses layanan keuangan bagi masyarakat di berbagai sektor ekonomi.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peningkatan akses keuangan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, akses terhadap layanan perbankan dan lembaga keuangan formal dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya tahan ekonomi keluarga.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Garut menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai sekitar 5,95 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa potensi ekonomi Garut terus berkembang dan perlu didukung oleh akses keuangan yang lebih luas dan inklusif.

Dalam program kerja tahun 2026, TPAKD Garut menempatkan peningkatan literasi keuangan sebagai salah satu prioritas utama. Literasi keuangan dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami cara mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
Salah satu program yang kembali diperkuat adalah program Satu Rekening Satu Pelajar atau dikenal dengan nama KEJAR. Program ini bertujuan menumbuhkan budaya menabung sejak usia dini dengan mendorong para pelajar memiliki rekening tabungan di lembaga perbankan.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan ratusan ribu pelajar di Kabupaten Garut dapat memiliki rekening aktif, baik di bank konvensional maupun bank syariah. Program ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan sistem keuangan formal kepada generasi muda.
Selain menyasar kalangan pelajar, TPAKD Garut juga meluncurkan program inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas. Program bertajuk Satu Disabilitas Satu Rekening ini dirancang untuk memastikan kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus juga memiliki akses terhadap layanan keuangan yang sama.
Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pembukaan rekening, pendampingan penggunaan layanan perbankan, hingga edukasi terkait pengelolaan keuangan. Dengan demikian, penyandang disabilitas dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam mengakses layanan ekonomi dan keuangan formal.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk mulai mengenal berbagai instrumen investasi yang aman dan mudah diakses. Salah satu yang diperkenalkan dalam program kerja TPAKD adalah layanan tabungan emas yang memungkinkan masyarakat menabung dalam bentuk logam mulia secara bertahap.
Di sisi lain, perkembangan teknologi keuangan juga menjadi perhatian dalam program kerja TPAKD tahun 2026. Pemerintah daerah bersama berbagai mitra lembaga keuangan akan mengembangkan program Gerakan Masyarakat Sadar Layanan Perbankan Digital atau Gema Digital. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan transaksi digital seperti mobile banking, pembayaran elektronik, serta berbagai platform keuangan digital lainnya.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memanfaatkan layanan keuangan digital yang dinilai lebih praktis, cepat, dan aman. Peningkatan literasi digital di sektor keuangan juga diharapkan dapat mendorong efisiensi transaksi ekonomi di tingkat masyarakat.
Program kerja TPAKD Garut juga melibatkan berbagai lembaga keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, lembaga penjaminan, serta instansi pemerintah yang memiliki peran dalam pengembangan ekonomi daerah. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan program inklusi keuangan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Dengan berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut berharap tingkat inklusi keuangan masyarakat dapat terus meningkat. Akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ke depan, TPAKD Garut berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem keuangan yang inklusif. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Garut.









